Perlombaan Itu Ternyata di Dalam Diri
Pagi ini aku mencoba sesuatu yang berbeda. Biasanya Sabtu pagi aku isi dengan jalan di Sanur, tapi kali ini aku sempatkan ikut Persekutuan Doa Pagi di GKI Denpasar. Sesederhana itu keputusannya, tapi ternyata yang terjadi di dalam diriku tidak sesederhana itu. Datang dengan kostum olahraga, jelas aku langsung “terasa beda”. Tidak sepenuhnya salah, tapi juga tidak sepenuhnya pas. Beberapa peserta senior menyapa, bertanya mau ada kegiatan apa. Aku sempat menjawab bercanda, hanya numpang berteduh karena hujan pak. Tapi kemudian aku luruskanjawaban itu menjadi -- saya memang datang untuk ikut doa pagi pak. Responnya beragam. Ada yang kaget, ada yang ramah, ada yang seperti menilai dalam diam. Dan aku… ya seperti biasa, kalau tidak ditanya ya tidak banyak bicara. Aku lebih memilih mengamati. Tapi justru di situ rasa kagok itu muncul jelas. Aku tidak tahu ritme, tidak hafal lagu, tidak paham respon liturgis. Bahkan untuk hal sederhana seperti kapan harus menjawab atau bernyanyi pun aku harus...