Nama, Harapan, dan Jalan Kehidupan
Renungan kecil dari sebuah kursi barbershop Hari ini akhirnya saya memutuskan untuk potong rambut di sebuah barbershop langganan yang tidak jauh dari rumah. Sebenarnya, keinginan itu sudah muncul beberapa hari sebelumnya, tetapi terus tertunda. Bukan karena kesibukan, melainkan lebih karena sedikit rasa malas untuk pergi ke tempat cukur. Biasanya, sebulan sekali saya merasa perlu merapikan rambut. Rambut yang perlahan mulai kehilangan warna hitamnya, menjelma menjadi abu-abu kusam, dan ketika sedikit panjang saja sudah membuat kulit kepala terasa gerah. Saya memang lebih menyukai potongan pendek ala crew-cut . Bukan karena ingin bergaya seperti militer atau polisi, meskipun penampilan seperti itu memang pernah menjadi bagian dari keseharian ketika masih aktif bekerja. Potongan pendek bagi saya lebih memberikan kesan segar dan praktis, daripada harus terus-menerus merapikan rambut ketika mulai panjang. Siang itu, saya datang ke barbershop dan ternyata bertemu kembali dengan seorang ...