SANTAI DULU, KAWAN...
Pagi ini, tidak seperti beberapa hari belakangan yang mendung atau sedikit hujan saat subuh, udara terasa lebih pengap dengan suhu sedikit naik dibanding hari sebelumnya. Bangun pagi kali ini, kepala sedikit terasa berat. Badan sebenarnya masih merajuk untuk tetap rebahan di kasur. Tetapi alarm tubuh yang sudah terbiasa bangun lebih awal mulai dipenuhi oleh rencana hari ini, sementara residu hiruk pikuk pikiran yang didominasi oleh isu-isu sosial politik, terutama perihal demo, karhutla, dan soal sadap-menyadap, masih terasa. Barangkali memang hiruk pikuk isu sosial politik di negeri ini sempat menyita perhatian dan pikiranku. Dan residunya pagi ini masih tertinggal. Bangun pagi kali ini tidak langsung kuteruskan dengan mandi. Aku mencoba mengambil saat teduh sebentar di sofa ruang tamu sambil menyeruput kopi Arabica Gayo yang dibeli istri dari Hayati Roastery kala di Jogja bulan lalu. Di saat teduh ini, sambil menyeruput kopi, aku mencoba relaksasi sebentar. Menyortir dan ...