Memoar Seorang Akung - Dari Telepon 4246 sampai Smartphone
Malam ini aku menonton sebuah film lama. Judulnya The Contractor . Entah sudah film produksi tahun berapa. Yang menarik perhatianku justru bukan jalan ceritanya. Di salah satu adegan, seorang tokohnya menerima telepon menggunakan sebuah HP jadul. Belum smartphone. Layarnya kecil, tombolnya banyak, bentuknya masih tebal. Adegan itu hanya lewat beberapa detik. Tetapi entah kenapa, pikiranku langsung melompat hampir tiga puluh tahun ke belakang. "Lho... HP pertamaku dulu juga seperti itu." Nokia 5110 . Begitu nama itu muncul di kepalaku, seperti ada pintu tua yang perlahan terbuka. Satu demi satu kenangan keluar tanpa harus dipanggil. Lucunya, aku justru termasuk orang yang paling akhir memiliki HP dibanding teman-teman sekantor. Waktu itu hampir semua orang mulai membawa HP ke mana-mana. Rasanya keren. Ada sarung kulit yang dipasang di gesper celana. Kalau berjalan, HP itu menggantung di pinggang. Menjadi gaya hidup baru. Aku malah berpikir sebaliknya. "Untuk a...