Posts

Showing posts with the label Perjalanan

Jogja yang Tak Pernah Sepenuhnya Direncanakan

Image
Perjalanan ini sejak awal memang bukan perjalanan biasa. Bukan karena jaraknya jauh, tapi karena niatnya tidak sepenuhnya tentang tujuan. Ada sesuatu yang ingin dijalani. Sebuah laku. Sebuah jeda. Sebuah ruang untuk melihat diri sendiri lebih jernih. Aku memutuskan berangkat dari Denpasar menuju Jogja, bukan karena harus. Hanya karena ingin mampir. Ada tarikan yang sulit dijelaskan. Jogja selalu terasa seperti sosok ibu, yang memanggil pulang ketika waktu bermain sudah selesai. Hangat, diam, tapi kuat. Rencana awal sebenarnya cukup padat, meski hanya dalam waktu singkat. Pagi hari setibanya di Jogja, aku berniat sarapan di depot Surya nya Joni, bertemu dengan Pdt. Gunawan untuk berdiskusi mengenai satgas relawan. Lalu siang hari beralih ke rencana takziah ke Mbak Erna, ibunda almarhum Mas Angga yang baru saja berpulang dua minggu sebelumnya. Sore harinya, sudah terbayang diskusi bersama Prof. Koentjoro dan beberapa kolega, termasuk Mas Elda, besanku yang tinggal di Ponjong,...

The Art of Slow Travel

Saya memilih perjalanan darat yang panjang dengan bus antar provinsi, hampir dua puluh empat jam, bukan karena paling efisien, tetapi karena saya tidak sedang diburu waktu. Tidak ada agenda yang harus dikejar, kecuali satu hal yang sederhana namun bermakna: merayakan Natal bersama Naren, cucu saya. Selebihnya, perjalanan ini saya biarkan berjalan dengan ritmenya sendiri. Di dalam kabin yang sempit namun privat, saya belajar kembali mendengarkan tubuh. Lapar kecil tidak dituruti berlebihan. Makan secukupnya, minum seperlunya, obat diminum tepat waktu. Dalam perjalanan panjang, kenyamanan bukan soal memanjakan diri, melainkan menjaga agar tubuh tetap bersahabat. Tubuh yang tenang membuat perjalanan menjadi mungkin untuk dinikmati. Pemberhentian demi pemberhentian terasa seperti tanda baca. Tidak penting jika dilihat dari target tiba, tetapi menentukan irama cerita. Pagi di Bali, orang-orang ngopi santai di depan toko, tukang bangunan bersiap bekerja. Hidup berjalan pelan, tidak tergesa. ...

Jejak Waktu dan Perjalanan Pulang

Image
Langit pagi itu masih kelabu ketika aku bersiap meninggalkan Jogja, kota yang selalu menyimpan kenangan. Tiga hari berlalu dengan begitu cepat, diisi dengan perbincangan hangat, tawa, dan nostalgia bersama teman-teman lama. Bertemu dengan kawan kawan ex P4 Smada 85 Jogja dalam resepsi pernikahan Laras, anaknya Yayuk, teman sekelas SMA dulu. Malam sebelumnya, di sebuah warung mie Jawa yang sederhana, kami duduk melingkar bersama beberapa sahabat, Encik, mas Bambang, mas Iqbal, mas Céng, dan beberapa kawan yang lain, berbagi cerita tentang hidup yang terus berjalan tanpa jeda, ngobrol tentang banyak hal lainya. Ada yang tetap di tempatnya, ada yang terus berpindah, tetapi waktu tidak menunggu siapa pun. Dalam perjalanan pulang menuju Denpasar, kembali naik bus antar kota sambil menikmati perjalanan panjang, pikiranku melayang ke tahun-tahun yang telah berlalu. Rasanya baru kemarin aku duduk di bangku kuliah, merangkai mimpi, lalu menghadapi kenyataan hidup dengan segala tantangannya. Ent...