Posts

Showing posts from June, 2026

Memoar Seorang Akung - Dari Telepon 4246 sampai Smartphone

Image
Malam ini aku menonton sebuah film lama. Judulnya The Contractor . Entah sudah film produksi tahun berapa. Yang menarik perhatianku justru bukan jalan ceritanya. Di salah satu adegan, seorang tokohnya menerima telepon menggunakan sebuah HP jadul. Belum smartphone. Layarnya kecil, tombolnya banyak, bentuknya masih tebal. Adegan itu hanya lewat beberapa detik. Tetapi entah kenapa, pikiranku langsung melompat hampir tiga puluh tahun ke belakang. "Lho... HP pertamaku dulu juga seperti itu." Nokia 5110 . Begitu nama itu muncul di kepalaku, seperti ada pintu tua yang perlahan terbuka. Satu demi satu kenangan keluar tanpa harus dipanggil. Lucunya, aku justru termasuk orang yang paling akhir memiliki HP dibanding teman-teman sekantor. Waktu itu hampir semua orang mulai membawa HP ke mana-mana. Rasanya keren. Ada sarung kulit yang dipasang di gesper celana. Kalau berjalan, HP itu menggantung di pinggang. Menjadi gaya hidup baru. Aku malah berpikir sebaliknya. "Untuk a...

Tidak Ada yang Mustahil?

Seorang anak kecil melihat ayahnya sedang memotong buah dengan pisau yang sangat tajam. Melihat itu si anak berkata "Yah, aku mau pinjam pisaunya, buat motong buah". Ayahnya tersenyum, tetapi menggeleng pelan. Anak itu merengek. Menurutnya, ayahnya pelit. Padahal baginya, memberikan pisau itu bukan perkara sulit. Yang tidak dipahami sang anak adalah: ayahnya bukan tidak mampu memberikan, tetapi tahu bahwa anaknya belum siap menerimanya. Anak itu menangis karena tidak diberi pisau. Ia mengira ayahnya tidak mengasihi. Bukankah kita sering seperti anak itu? Kita pun sering merengek, bahkan menangis karena Tuhan tidak memberikan apa yang kita minta. Kita lupa bahwa mungkin kita sedang memegang tangan Bapa yang sedang menjauhkan kita dari sesuatu yang belum sanggup kita tanggung. " Tidak ada yang mustahil bagi Allah " bukan berarti Allah akan memenuhi semua keinginan kita.  Justru karena tidak ada yang mustahil bagi-Nya, kita berani berserah bahwa apa pun yang Ia berikan...

Tuhan, Ajar Aku Berdanza

"Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu." - Amsal 3:5-6 Dalam sebuah perjalanan, saya pernah menyusun hampir seluruh agenda dengan sangat rinci. Jam berapa harus berangkat, kapan harus tiba, apa yang harus dilakukan, bahkan berapa lama waktu yang tersedia di setiap tempat. Namun seperti sering terjadi dalam hidup, tidak semua berjalan sesuai rencana. Ada jadwal yang bergeser, ada agenda yang berubah, dan ada situasi yang sama sekali tidak saya perhitungkan sebelumnya. Yang menarik, sumber kegelisahan saya ternyata bukan perubahan perubahan itu. Kegelisahan justru muncul karena saya terus berusaha mempertahankan agar segala sesuatu tetap berjalan sesuai rancangan semula. Sesuai kehendak dan pikiran saya.  Bukankah kita sering seperti itu? Kita merencanakan banyak hal. Itu tidak salah. Tuhan juga mengaruniakan akal budi agar kita dapat mempersiapkan diri...