Petualangan Masa Kecil
Pagi itu, matahari masih setengah naik di ufuk timur. Udara segar berembus perlahan, membawa aroma tanah basah yang khas dari kampung Ketanggungan, Yogyakarta, tahun 1975-an. Cahaya matahari yang lembut menyapu jalanan desa yang masih lengang, hanya sesekali dilalui sepeda dan becak. Kendaraan bermotor masih jarang, sehingga suasana terasa lebih tenang dan alami. Aku tidak sendiri. Tetanggaku, Ngatino, yang beberapa tahun lebih tua dariku, sudah siap dengan sepedanya. Kami akan pergi berburu burung di sawah dan tegalan di belakang Panti Sosial Nitipuran, yang kala itu lebih akrab kami sebut Tipuran. Senapan angin kaliber 4.5 tersampir di punggungku, dan sekotak peluru pelet tersimpan rapi di saku celanaku. Perjalanan dimulai dari kampung Ketanggungan, menuju arah barat melewati kampung Suronggaman. Nama kampung ini membawa cerita-cerita seram yang sudah lama menjadi bagian dari cerita rakyat sekitar. Konon, orang-orangnya dikenal keras dan sulit ditebak. Maka, setiap kali m...