Posts

Showing posts from April, 2026

Setengah Hari ke Kintamani: Pergi, Hadir, Pulang

Image
Sejak balik dari rumah Naren di Tangsel tanggal 14 April lalu, rencana motoran ke Kintamani sudah berputar-putar di kepala. Bukan rencana besar—justru sederhana sekali. Mampir makan mujair nyatnyat di warung Jowet, lalu ngopi sambil melihat Gunung Batur dari Penelokan, membuka laptop, menyelesaikan beberapa urusan kemajelisan. Selebihnya, tidak ada. Bahkan soal berapa lama di sana pun tidak jelas. Barangkali memang bukan soal lamanya tinggal, tapi pengalaman selama perjalanan itu sendiri. Maka pagi itu, tanpa banyak menimbang lagi, aku memutuskan berangkat. Sekitar pukul 09.30 aku keluar dari rumah. Jaket parasut tipis kupakai sekadar melindungi tangan dari sengatan matahari Denpasar yang belakangan terasa tajam. Ransel berisi laptop ikut kubawa—meski belakangan baru kusadari, kacamata baca dan mouse tertinggal. Motor yang kupakai adalah Yamaha Vixion peninggalan masa kuliah Andra di Jogja, dengan plat AB yang masih setia menempel. Perjalanan dimulai lewat Jl. Nangka Uta...

Jogja yang Tak Pernah Sepenuhnya Direncanakan

Image
Perjalanan ini sejak awal memang bukan perjalanan biasa. Bukan karena jaraknya jauh, tapi karena niatnya tidak sepenuhnya tentang tujuan. Ada sesuatu yang ingin dijalani. Sebuah laku. Sebuah jeda. Sebuah ruang untuk melihat diri sendiri lebih jernih. Aku memutuskan berangkat dari Denpasar menuju Jogja, bukan karena harus. Hanya karena ingin mampir. Ada tarikan yang sulit dijelaskan. Jogja selalu terasa seperti sosok ibu, yang memanggil pulang ketika waktu bermain sudah selesai. Hangat, diam, tapi kuat. Rencana awal sebenarnya cukup padat, meski hanya dalam waktu singkat. Pagi hari setibanya di Jogja, aku berniat sarapan di depot Surya nya Joni, bertemu dengan Pdt. Gunawan untuk berdiskusi mengenai satgas relawan. Lalu siang hari beralih ke rencana takziah ke Mbak Erna, ibunda almarhum Mas Angga yang baru saja berpulang dua minggu sebelumnya. Sore harinya, sudah terbayang diskusi bersama Prof. Koentjoro dan beberapa kolega, termasuk Mas Elda, besanku yang tinggal di Ponjong,...