Jejak Langkah di Pinggir Kota Jogja
Langit pagi di Ketanggungan, Yogyakarta, tahun 1970-an, masih bersih dari hiruk-pikuk kendaraan bermotor. Kampung kecil di pinggir kota itu hidup dalam keteraturan sederhana, di mana anak-anak bermain di halaman rumah dan gang-gang sempit yang menjadi bagian dari keseharian mereka. Di antara anak-anak itu, ada seorang bocah bernama Bowo, yang lebih akrab dipanggil "Dhen-gus" oleh orang-orang kampung. Panggilan yang sesungguhnya ia tidak sukaisukai karena menjauhkannya dengan banyak teman sebaya di kampung yang. Bowo tumbuh dalam keluarga ningrat. Rumahnya rumah tua peninggalan jaman dulu, yang kata eyangnya dulu jaman belanda sempat menjadi rumah sakit untuk menolong para pejuang. Rumah itu punya banyak ornamen khas arsitektur Jawa. Ibunya, seorang wanita kuat yang membesarkan sepuluh anak seorang diri setelah suaminya wafat, selalu menekankan disiplin dan kehormatan keluarga. Namun, bagi Bowo, itu berarti batasan yang kaku—larangan bermain ke rumah teman, peratu...