Posts

Showing posts with the label Jogja

Saat Malam Tak Perlu Dijelaskan

Image
Ada malam-malam yang datang bukan untuk diisi, melainkan untuk membiarkan hati duduk diam, menyandarkan lelahnya di dinding kenangan. Di kampung kecil Ketanggungan, Jogja yang kini hanya tinggal potongan dalam ingatan, suara malam pernah begitu jujur — orong-orong memulai senandung sejak senja, disusul jangkrik yang menunggu giliran saat lampu petromaks menyala dan suara manusia mulai terdengar sayup dikejauhan. Di ruang tengah, tikar dari anyaman daun pandan digelar perlahan di lantai. Bantal kapuk disandarkan, dan tubuh kecil rebah di atasnya, merasakan sejuk yang menjalar pelan dari kulit ke hati. Di sudut ruangan, radio transistor bergumam sayup, membacakan warta dari RRI di gelombang MW, sesekali terselip keroncong lawas atau suara penyiar yang seperti berbicara hanya pada satu orang. Tak ada ponsel. Tak ada janji yang harus ditepati pagi-pagi. Hanya langit-langit rumah yang diamati sambil berkhayal: tentang menjadi orang besar, tentang sekolah jauh, tentang sesuatu ya...

Jejak Waktu dan Perjalanan Pulang

Image
Langit pagi itu masih kelabu ketika aku bersiap meninggalkan Jogja, kota yang selalu menyimpan kenangan. Tiga hari berlalu dengan begitu cepat, diisi dengan perbincangan hangat, tawa, dan nostalgia bersama teman-teman lama. Bertemu dengan kawan kawan ex P4 Smada 85 Jogja dalam resepsi pernikahan Laras, anaknya Yayuk, teman sekelas SMA dulu. Malam sebelumnya, di sebuah warung mie Jawa yang sederhana, kami duduk melingkar bersama beberapa sahabat, Encik, mas Bambang, mas Iqbal, mas Céng, dan beberapa kawan yang lain, berbagi cerita tentang hidup yang terus berjalan tanpa jeda, ngobrol tentang banyak hal lainya. Ada yang tetap di tempatnya, ada yang terus berpindah, tetapi waktu tidak menunggu siapa pun. Dalam perjalanan pulang menuju Denpasar, kembali naik bus antar kota sambil menikmati perjalanan panjang, pikiranku melayang ke tahun-tahun yang telah berlalu. Rasanya baru kemarin aku duduk di bangku kuliah, merangkai mimpi, lalu menghadapi kenyataan hidup dengan segala tantangannya. Ent...