Posts

Showing posts with the label Natal

The Art of Slow Travel

Saya memilih perjalanan darat yang panjang dengan bus antar provinsi, hampir dua puluh empat jam, bukan karena paling efisien, tetapi karena saya tidak sedang diburu waktu. Tidak ada agenda yang harus dikejar, kecuali satu hal yang sederhana namun bermakna: merayakan Natal bersama Naren, cucu saya. Selebihnya, perjalanan ini saya biarkan berjalan dengan ritmenya sendiri. Di dalam kabin yang sempit namun privat, saya belajar kembali mendengarkan tubuh. Lapar kecil tidak dituruti berlebihan. Makan secukupnya, minum seperlunya, obat diminum tepat waktu. Dalam perjalanan panjang, kenyamanan bukan soal memanjakan diri, melainkan menjaga agar tubuh tetap bersahabat. Tubuh yang tenang membuat perjalanan menjadi mungkin untuk dinikmati. Pemberhentian demi pemberhentian terasa seperti tanda baca. Tidak penting jika dilihat dari target tiba, tetapi menentukan irama cerita. Pagi di Bali, orang-orang ngopi santai di depan toko, tukang bangunan bersiap bekerja. Hidup berjalan pelan, tidak tergesa. ...

Kesunyian Natal yang Tak Terlupakan

Image
Yogyakarta, Tahun 1979 Malam itu tanggal 24  Desember 1979, langit Yogyakarta masih diguyur gerimis tipis sejak sore. Suasana begitu sunyi. Tak ada suara anak-anak bermain petasan, tak ada kendaraan yang melintas di jalan depan rumah. Biasanya, setiap Natal atau Idul Fitri, beberapa kakak dan saudara yang tinggal diluar kota pulang ke rumah di Yogyakarta, membawa suasana yang lebih ramai. Namun, Natal kali ini berbeda. Tak ada satupun kerabat yang pulang. Hanya ada ibu, adek, dan aku. Sepi. Aku ingin sekali merasakan Natal yang lebih bermakna. Mengikuti misa tengah malam di Gereja Katolik Pugeran adalah keinginan yang sudah kupendam sejak siang. Namun, siapa yang akan menemaniku? Ibu sudah berencana pergi misa tanggal 25 Desember siang hari. Ibu juga sempat mengajakku untuk mengikuti misa bersama, tapi kali ini aku ingin mendapatkan suasana yang berbeda, mengikuti misa tengah malam. Kali itu, aku sempat berharap bisa berangkat bersama Prawoto, tetangga yang juga Katolik...