Iman yang Dijual, atau Hidup yang Dipanggil?


Pagi ini aku berjalan, seperti biasa olahraga ringan pagi. Langkah demi langkah terasa ringan, tapi lirik dari lagu ya g kudengar dari spotify yang justru terasa berat. Lagu itu dari grup Rock era 90an The Genesis, Phil Collin. Lagu tentang seseorang yang berkata: “Yesus kenal aku… dan aku benar.” Jesus, He Knows Me, I am right. 

Sekilas terdengar rohani.
Tapi semakin didengar, semakin terasa, ini bukan iman, ini sebuah kritik tajam. Yesus dipakai, bukan diikuti. Nama-Nya dijual, bukan dimuliakan.

Dan anehnya… aku tidak sepenuhnya asing dengan makna lagu itu.

Bukankah kadang aku juga: menggunakan bahasa iman untuk terlihat benar? menghindari pertobatan tapi tetap ingin disebut dekat dengan Tuhan?

Lagu itu seperti membuka topeng: iman bisa menjadi identitas luar, tanpa perubahan dalam. Padahal Yesus tidak pernah menawarkan diri-Nya untuk dijual. Ia memanggil: “Keluarlah!” sebagaimana saat Ia memanggil Lazarus dari kematiannya, "Lazarus Keluarlah".
- Keluar dari kepalsuan.
- Keluar dari kenyamanan religius.
- Keluar dari hidup yang hanya tampak benar, tapi tidak sungguh hidup.

Iman bukan soal aku “menjual” Yesus pada orang lain. Iman adalah saat aku sendiri… berani keluar ketika Ia memanggil.

Dan mungkin, pagi ini, panggilan itu masih sama: “Keluarlah.”

Denpasar Utara, 23 Maret 26 0738

Popular posts from this blog

Otak, Iman, dan Tubuh Kristus: Dari Memori Negatif Menuju Neuroplasticity Spiritual

Misteri Drumband yang Hilang di Angin Pagi

Jogja yang Tak Pernah Sepenuhnya Direncanakan